You Are Everything (Prinsip Sederhana Seorang Pemimpin)

kepemimpinan ukmsuksescomUKMSukses.com – Pernah menonton film Jackie Chan berjudul Who am I? Dalam film tersebut, pemeran utama yang dimainkan Jackie Chan, mengalami hal yang kurang baik, yaitu dia tidak tahu siapa jati dirinya yang sebenarnya. Ketika dia dihadapkan pada berbagai kondisi, dia mengalami kebingungan. Bahkan, saat dia menemukan sejumlah teman baru, dia tetap tidak tahu siapa dirinya. Dia kehilangan identitas. Film itu bisa menjadi pelajaran bagi kita tentang betapa pentingnya siapa diri kita.

Pada bagian ini, kita akan melihat dampak dari jati diri tersebut terhadap kehidupan kita. Inilah yang diajarkan oleh para mentor kepemimpinan tentang ‘Prinsip Lensa’ (Lens Principle).

Coba perhatikan lensa. Apa yang bisa kita lihat di hadapan jika kita menggunakan lensa? Misalnya, kita memakai lensa cembung, apa yang terjadi dengan objeknya? Berubah dan berbeda dengan aslinya. Demikian pula jika lensanya cekung akan berbeda bentuk objeknya. Silakan pakai lensa yang gelap (lensa kacamata), minus atau positif, semua objek akan berubah sesuai dengan lensanya. Itulah inti dari prinsip lensa. Kita tergantung dari diri kita. Objek tergantung dari lensa yang dipakai. Orang atau pemimpin sukses harus memahami prinsip ini karena akan membantu mereka dalam berhubungan dengan orang lain, menyikapi berbagai kejadian, dan mengarungi semua tantangan dalam hidup. Orang bijak mengatakan, “ Yang penting bukan yang terjadi pada kita, tetapi reaksi yang kita lakukan terhadap kejadian tersebut.”  Prinsip lensa membantu kita bereaksi positif terhadap yang terjadi.

Beberapa Hal Penting Terkait Siapa Diri Kita

  • Kita menentukan apa yang kita lihat 

    Masing-masing dari kita memiliki bakat dan kemampuan dan hal tersebut sering kali menjadi dasar pandangan kita terhadap segala sesuatu. Apa yang ada di sekitar kita tidak menentukan apa yang kita lihat, yang menentukan adalah apa yang ada di dalam diri kita. Seorang pecundang melihat berbagai kesulitan dalam setiap peluang atau kesempatan. Sementara seorang pemenang selalu melihat berbagai kesempatan dan peluang dalam setiap kesulitan. Cara pandangnya sungguh sangat jauh berbeda dengan aslinya.

  • Kita menentukan bagaimana  kita memandang kehidupanKita semua memiliki kerangka pandang yang terdiri dari sikap, asumsi, dan     harapan. Faktor-faktor ini menentukan kita optimistis atau pesimistis,       gembira atau sedih, dan berani atau takut. Faktor-faktor ini secara tidak    langsung mempengaruhi cara kita memandang kehidupan dan cara kita       membiarkan orang lain memperlakukan kita.

          “Anda mengajarkan orang lain cara memperlakukan diri Anda.” – Phil McGraw -

Apa yang kita ajarkan datang dari cara kita memandang hidup. Bagaimana kita memandang hidup datang dari siapa kita. Satu-satunya cara untuk mengubah bagaimana kita memandang kehidupan adalah mengubah siapa kita dari dalam diri kita sendiri.

  • Kita menentukan bagaimana  kita melihat   orang lain 

    Cara melihat orang lain adalah cerminan diri kita sendiri. Jika kita adalah orang yang percaya kepada orang lain, kita akan melihat orang lain sebagai orang yang dapat dipercaya. Jika kita adalah seorang yang kritis, kita akan melihat orang lain sebagai orang kritis pula. Jika kita orang yang optimis maka kita akan melihat orang lain dengan keoptimisan pula. Kepribadian  kita terlihat ketika kita berbicara tentang orang lain dan  berinteraksi dengan mereka.

 

  • Kita menentukan  apa  yang  kita lakukan 

    Pikiran dan sikap kita seperti halnya bakat dan kemampuan merupakan bagian dari diri kita. Hal ini menentukan apa yang akan kita lakukan. Kita tidak dapat ,emisahkan hal tersebut satu dari yang lainnya. Kita akan kecewa jika mengharapkan hasil yang berbeda dari susunan diri kita.

 

Urgyen Rinchen Sim, STRE, MSBA, MA (Hons.) (@SimOnLeadership)
Urgyen Rinchen Sim, STRE, MSBA, MA (Hons.) (@SimOnLeadership)
Adalah seorang diakui secara internasional sebagai seorang coach dan trainer di bidang People Leadership, Personal Development dan Professional Coaching untuk perusahaan besar di Asia Tenggara.  Beliau mendapatkan penghargaan Master Practitioner in Law of Attraction dan juga sebagai salah satu Founding Partner of John Maxwell Team. Sim adalah juga pemilik bisnis Sim&Co, perusahaan konsultan leadership dan business development. Menamatkan pendidikannya di Singapura dan pernah tinggal di Tibet. Sim juga merupakan bagian dari Kerajaan Tibet dan pernah mendapatkan penghargaan dari H.H. Dalai Lama XIV atas dedikasinya kepada masyarakat Tibet. Sim pernah mendapatkan training dan mentoring langsung secara personal dari Dr. John C.Maxwell (penulis lebih 40 buku tentang leadership dan John adalah No. 1 Leadership Guru in the world according to leadershipgurus.net). Kumpulan Artikel : http://ukmsukses.com/author/urgyensim/    Website  : http://johnmaxwellgroup.com/urgyenrinchensim Follow : @SimOnLeadership  Facebook : www.facebook.com/urgyenrinchensim Youtube : www.youtube.com/urgyenrinchensim

One thought on “You Are Everything (Prinsip Sederhana Seorang Pemimpin)

Leave a Reply


+ 5 = 14