People dalam UKM

sdm ukmsuksescomUKMSukses.com – Dalam menjalankan suatu bisnis, tak pelak faktor manusia adalah sesuatu yang teramat penting. Tiada yang sanggup memungkirinya, bahkan jika bisnis itu sudah banyak melakukan mekanisasi dan penggunaan teknologi dalam prosesnya.

Beberapa teman yang menjalankan usaha online atau internet marketing, yang sebagian dari kita mungkin menyatakan minim akan kebutuhan manusia dalam menjalankannya, tetap saja bilang bahwa memiliki orang2 yang kompeten dan memenuhi syarat adalah hal yang harus ada.

Dalam beberapa kasus bahkan urusan SDM (sumber daya manusia) menjadi suatu masalah bagi pelaku usaha. Hal yang seringkali masuk dalam list jawaban untuk pertanyaan permasalahan apa saja yang anda alami dalam menjalankan usaha ?’Bersandingan dengan jawaban seperti modal, lokasi, pemasaran, pengetahuan dan sebagainya.

Entah itu perusahaan besar atau kelas UKM, menyadari pentingnya pengetahuan mengenai SDM/people dan pernak perniknya. Angka turn-over (pergantian karyawan/keluar-masuk karyawan) yang perlu dijaga serendah mungkin, gaji standar UMR, integritas dan lainnya seringkali menjadi bahasan tiada henti.

Dalam Business Model, SDM secara fisik masuk ke dalam Key Resources. Sedangkan gaji yang timbul masuk kedalam Cost Structure. Jadi walau seringkali dikatakan bahwa SDM adalah cost namun bagi pebisnis sejati, SDM adalah aset. Dan pernyataan manusia sebagai aset ini kemudian diterjemahkan dalam strategi usaha atau sistem manajemen atau bentuk model bisnis. Lebih jauh bahkan bisa dikatakan sebagai sebuah bentuk inovasi.

Contoh paling sederhana adalah SDM di dalam rumah makan Padang. Biasanya bukan berdasarkan gaji tapi melalui poin-poin yang disesuaikan dengan pekerjaan dijalankan masing-masing personil untuk kemudian pada akhirnya dikompensasikan dalam bentuk gaji. Umpama, tukang masak akan mendapat nilai poin lebih tinggi dari pelayan.

Hal seperti menggunakan poin atau komisi tersebut adalah bentuk terbaik dari suatu sistem upah menurut Brad Sugar dalam teori Instant Cashflow-nya. Karena upah yang didapat benar-benar berdasarkan kinerja atau hasil. Satu sisi cukup adil bagi pemilik usaha karena model bagi hasilnya, sisi lain mampu memicu produktifitas karyawan.

Bentuk inovasi lain yang berangkat dari SDM ini juga adalah jawaban dari pertanyaan ‘mana yang harus didahulukan ? pelanggan, karyawan atau pemegang saham ?’

Dalam manalah SWA dibahas mengenai para CEO yang menggunakan manajemen 100% asli Indonesia. Atau pendekatan akal sehat, berdasarkan spiritual, nguwongke (memanusiakan manusia) dsb. Akal sehat dengan memberikan nilai tambah yang benar dibutuhkan karyawan, berdasarkan spiritual seperti memasukan unsur agama dalam penanganan SDM sedangkan nguwongke artinya memposisikan karyawan sebagai mitra bukan bawahan.

Tidak hanya di Indonesia, di luar sana beberapa menerapkan strategi Employees First, Customers Second (EFCS).  Jawaban dari pertanyaan sebelumnya menurut pengguna strategi ini adalah karyawan. Karena kalau karyawan diperlakukan dengan benar, maka mereka akan memperlakukan pelanggan dengan benar, lalu pelanggan akan menggunakan terus produk atau jasa perusahaan, yang pada akhirnya akan membuat senang para pemegang saham.

Bentuknya bisa macam-macam, dari mulai fasilitas yang diberikan, kebebasan berekspresi, penghargaan dan sebagainya. Seperti pak Dahlan Iskan yang selalu keliling ke staf nya atau pak Jokowi yang makan semeja dengan supirnya. Hal lain seperti di Google yang menyediakan berbagai sarana hiburan dan olah raga di dalam kantornya atau suatu perusahaan yang meja staf nya tidak memiliki sekat. Kebanggan atau pride juga terkadang menjadi hal penting, seperti para abdi dalem keraton yang walau bergaji rendah tapi setia karena pride yang disandangnya.

Menurut CEO Southwest Airline, sebuah perusahaan penerbangan bertarif murah, menyatakan para pesaing bisa saja membeli pesawat yang lebih canggih atau pilot handal tapi tidak dapat membeli budaya perusahaan. Schultz sang maestro Starbuck pun menyatakan hal yang mirip, bahwa pesaing bisa saja dengan mudah meniru produknya tapi akan sulit meniru insan Starbuck dan
experience yang diberikan pada pelanggannya. Tentu strategi ini tetap mementingkan faktor kualitas produk dan hal lain sebagai pendukungnya.

Jadi, inovasipun bisa didapat dari blok Key Resources dalam hal ini SDM. Jadikan karyawan kita sebagai aset berharga dan investasi, bukan semata cost karena gajinya. Anggap sebagai mitra, bukan bawahan semata.

Sumber gambar: http://www.webtech.com.tw

Eko June (@ekojune)
Eko Junaedi (Eko June) adalah pemerhati dan pelaku usaha UKM, owner dari beberapa usaha yaitu distributor Cireng Bandung Isi (www.agencireng.com), distributor jilbab anak dan balita (www.jilbab-balita.com), serta kemitraan outlet kopi On The Spot Coffee (www.onthespotcoffee.com). Perhatiannya terhadap dunia wirausaha terutama UKM membuatnya aktif di beberapa komunitas wirausaha seperti TDA, menulis tulisan artikel yang beberapa sudah dimuat di media seperti majalah dan tabloid, juga menjadi pembicara dan dosen tamu bertema kewirausahaan serta menjadi partner consultant Maxbiz untuk usaha kemitraan dan operasional UKM. Kumpulan Artikel : http://ukmsukses.com/author/ekojune/ Follow @ekojune

Leave a Reply


+ 7 = 13