Tips Desain Agar Komunikasi Visual Marketing Tools Anda Lebih Efektif

design ukmsuksescomKomunikasi itu sering menjadi masalah dalam kehidupan. Bahkan bisa jadi sebagian besar masalah adalah masalah komunikasi. Dari sisi komunikasi verbal saja mungkin kita menemukan banyak contoh hal ini. Misalnya, maksud hati memuji, orang malah tersinggung. Ingin menyampaikan 5 poin dalam SMS, yang ditangkap lawan bicara kita cuma 1, itu juga bukan yang paling penting. Ingin membahas hal penting dalam rapat, malah masalah lain yang terbahas. Dan masih banyak lagi.
 
Komunikasi visual adalah juga bagian dari komunikasi secara besar. Walau sifatnya berbeda, tetapi ia memiliki kemiripan dengan komunikasi verbal di atas. Dalam komunikasi visual juga kerap terjadi masalah berkomunikasi. Misalnya, kita ingin dikesankan “profesional”, tetapi konsumen kita malah menangkap sebaliknya. Kita ingin dikesankan modern dan dinamis tetapi konsumen kita malah menangkap kita monoton. Kita ingin dikesankan hangat kepada konsumen, tetapi mereka malah menangkap kesan “kaku” dan tidak simpatik.
 
Ada rumah makan di “jalur” pergi-pulang saya ke kantor. Rumah makan itu menggunakan dominan warna biru. Sepanjang saya lewat berkali-kali di sana, hampir tidak pernah saya lihat ada yang makan di sana, cuma penjaganya yang selalu keasyikan dengan musik-musik yang mereka pasang. Memang faktornya bisa banyak, tetapi warna bisa juga berpengaruh dominan. Sebab buat sebuah rumah makan, sebaiknya dihindari penggunaan warna dominan biru, karena bisa merusak dan menghilangkan selera.
 
Tips Desain Agar Komunikasi Visual Lebih Efektif
 
Hal di atas adalah salah satu contoh masalah komunikasi visual yang iasa terjadi dan mempengaruhi bisnis. Salah satu solusi yang bisa anda lakukan misalnya bertanya ke seorang desainer dan minta ia berkomentar tentang desain anda. Cuma yang sering terjadi adalah para desainer bukan tipe-tipe yang bisa menyampaikan masukan verbal secara efektif. Kebanyakan mereka bisa membuat desain yang baik, bisa membuat desain yang komunikatif namun sulit menyampaikan hal-hal yang dirasa kurang pada desain anda. Sebagian mereka mungkin bisa memperbaiki desain anda langsung di depan monitor PC/laptop, tetapi sulit memverbalkannya. Memang kadang kemampuan komunikasi verbal dan visual sulit dikuasai keduanya secara sempurna.
 
Untuk itu, berikut ini kami coba berikan beberapa tips desain yang mungkin bisa anda perhatkan agar komunikasi visual pada marketing tools anda lebih efektif :
 
PERHATIKAN HIRARKI KONTEN
Sebelum membuat desain pada marketing tools, sangat direkomendasikan anda menyusun konten verbal dulu dengan benar. Hal yang dimaksud di sini adalah anda harus menentukan mana judul, sub judul (pada materi yang sejajar), dan konten body text. Anda harus menentukan mana konten utama, dan mana yang “cuma” fitur. Aplikasi pada desainnya misalnya, judul, sub judul dan bodytext menggunakan ukuran yang berbeda. Bisa juga sampai menggunakan warna yang berbeda bahkan jenis font yang berbeda (untuk yang terakhir ini sebaiknya agak berhati-hati).
 
Catatan besar dalam hal ini adalah anda harus konsisten dalam desainnya. Misalnya anda menggunakan font tipe A dan warna tertentu untuk sub judul, maka ini harus konsisten penggunaannya di keseluruhan konten marketin tools Anda. Jangan sampai di sini besar font-nya sekian, di tempat lain beda. Kelihatannya sederhana, tetapi ini menentukan profesionalitas tampilan marketing tools anda. Manfaat lainnya adalah memudahkan pembaca dalam menangkap pesan Anda.
 
HATI-HATI MEMILIH WARNA DALAM DESAIN
Setiap warna dalam desain memiliki filosofi tertentu. Berhentilah menggunakan warna “seenaknya” atau sesuai selera anda. Perlu analisis mendalam tentang produk/layanan anda, siapa audience/konsumen anda, siapa kompetitor anda serta bagaimana kesan yang ingin dibangun. Semua ini akan menentukan pilihan warna apa yang tepat pada desain marketing tools anda. Tidak bisa asal-asalan !
 
MIsalnya, anda ingin dikesankan bersih, steril, sehat, maka pilihan dominan putih bisa dijadikan acuan. Misalnya anda ingin membangkitkan selera calon konsumen, maka dominan merah bisa digunakan pada brosur anda. Jika anda sedang menyampaikan pesan keceriaan, maka dominan kuning bisa digunakan. Jika anda ingin memberi kesan hi-tech, maka dominan biru/hitam bisa digunakan. Dan masih banyak lagi jika kita mau eksplorasi soal warna. Maka ada baiknya anda mengeksplorasi dengan baik pilihan warna anda.
 
GUNAKAN TIPE LAY OUT YANG SESUAI
Tipe lay out dalam desain bisa menentukan selera relevansi anda dengan audience/konsumen. Ketika anda memilih gaya lay out yang tepat, maka audience/konsumen anda akan lebih mudah “klik” dengan marketing tools anda, sehingga menarik minat mereka untuk membaca dan mempelajari marketing tools anda.
 
Misalnya, jika audience anda berumur di atas 50 tahun, sudah pasti tipe lay out yang cenderung formal lebih pas. Tidak boleh Anda asal-asalan menempatkan elemen desan. Jika audience anda berumur 30-40 tahun, maka lay outnya bisa semi formal, tidak terlalu kaku, tetapi juga tidak “kebablasan”. Kalau audience anda berumur 12-18 tahun, maka nuansa “acak-acakan”, tidak beraturan bisa jadi justru lebih tepat. Jangan pakai “perasaan” Anda untuk masalah ini. Pakai “perasaan” audience anda.
 
Demikian 3 tips desain ini, semoga bermanfaat…
Gambar : http://www.8000ad.com
 
Hendro Tri Rachmadi (@ssi_creative)
Hendro Tri Rachmadi (@ssi_creative)
Adalah Founder & Director www.SimpleStudioOnline.com. Sudah berkecimpung di dunia komunikasi visual selama 9 tahun. Hendro aktif sebagai member Komunitas Tangan Di Atas (TDA), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), dan Marketing Club. Suami dari seorang istri dan ayah dari 2 orang putri ini berkantor di : Jl. Nanas Raya No. 98, Utan Kayu Selatan Jakarta Timur. Kumpulan Artikel : http://ukmsukses.com/author/hendro/ - Follow : @ssi_creative

One thought on “Tips Desain Agar Komunikasi Visual Marketing Tools Anda Lebih Efektif

Leave a Reply


+ 7 = 10