Subiakto Menjelaskan Komunal Brand di Pesta Wirausaha 2015

subiaktoUKMSukses.com – Berbicara masalah industri kecil terutama yang erat kaitannya dengan keberadaan UKM di Indonesia. Para pebisnis harus bisa dan segera menciptakan komunal brand ketika menghadapi eranya dari pasar global ASEAN atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Komunal brand sendiri bagi pakar branding Subiakto Priosoedarsono merupakan brand yang dimiliki atau milik bersama dalam komunitas dan digunakan oleh komunitasnya itu sendiri. Hal ini bisa terjadi di komunitas bangsa, provinsi, kota, desa bahkan sampai keperkampungan terlebih lagi ada yang sampai gang.

Maka menurut Subiakto dalam pemaparannya di Pesta Wirausaha 2015 menjelaskan bahwa dalam komunal brand harus mampu mencerminkan jati diri dari kelompoknnya, menggambarkan ekslusivitas dari asal-usul dan keotentikannya. Salah satu cara menciptakan komunal brand adalah dengan melihat dari potensi budaya dan tradisi unik yang ada di daerah tersebut. Komunal brand perlu memanfaatkan local wisdom atau kearifan lokal. Maka didalam komunal brand bisa mencerminkan suatu produk (merek dagang) atau jasa dari tempat dimana produk atau jasa itu diadakan.

Dalam komunitas bangsa, komunal brand dapat dimiliki oleh suatu negara. Misalkan saja mengenal sebutan “kota mode”, komunitas bangsa dari kota mode adalah Prancis yang Ibu Kotanya adalah Paris. Oleh karena itu, Sebutan itu dimiliki oleh Paris dan seluruh isinya. Maksudnya adalah kota mode dimiliki oleh orang Paris, tepatnya komunitas Paris. Maka mode tidak bisa dipisahkan dari Paris. Kota mode adalah Paris. Jadi, kota mode adalah produknya dan Paris adalah brandnya, tepatnya komunal brand. Begitupun sama di komunal propinsi, kota, sampai dengan kampung dan gang.

Di dalam komunal kota banyak sekali di Indonesia yang mempunyai komunitas yang menggambarkan jati diri dari produk yang dapat dijadikan brand dari suatu kota misalkan saja Kota Bogor dikenal dengan ciri khas jajanan asinannya. Maka terkenal dengan Asinan Bogor, Toge Goreng Bogor, Peyem Bandung, kalau ke Kota Semarang ada Loempia Semarang begitu pun jika ke Kota Makassar ada Coto Makassar, palubasa Makassar dan masih banyak lagi Kota-kota di Indonesia yang bisa dijadikan komunal brand.

Maka bisa dibayangkan bila di Indonesia saja terdapat 34 provinsi yang masing-masing ada kota, kecamatan, kampung sampai gang-gang. Jadi mungkin ada puluhan ribu sampai ratusan ribu komunal brand yang bisa dijadikan komunitas atau komunal brand. Misalkan saja dalam setiap satu desa atau satu gang ada komunal brandnya bisa dibayangkan banyaknya komunal brand yang terbentuk. Oleh karena itu, secara otomatis Indonesia bisa menghadang dan menghadap serangan dari negara lain khusunya dalam pasar global ASEAN.

Pada akhirnya menurut Subiakto dalam menjelaskan personal brand, produk brand dan komunal brand. UKM Indonesia harus sudah melakukan persiapan dari sekarang dalam membangun merek-merek dagang agar siap dalam menghadapi era MEA yang bakal terjadi di akhir tahun 2015. (ang)

Admin @ukmsuksescom
Admin @ukmsuksescom
Ditulis dan diposting oleh Admin UKMSukses.com

Leave a Reply


9 − 4 =