Strategi Bisnis Ala Yuswohady Dalam Menghadapi MEA

yuswohady pesta wirausaha ukmsuksesUKMSukses.com – Tak bisa disangkal lagi bahwa Persaingan memang tidak bisa dihindari dalam dunia bisnis, selalu ada gesekan yang akan timbul didalam menghadapi persaingan bisnis tersebut. Ada kalanya mempersiapkan pelbagai strategi yang mantap terutama dalam memasuki era pasar bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Sekaligus mempersiapkan para pebisnis lokal agar dapat bersaing di pasar global.

Dalam acara Pesta Wirausaha 2015 yang dihelat di bulan April oleh Komunitas TDA, konsultan bisnis dan marketing, serta seorang penulis buku tentang pemasaran yang sudah malang melintang sebagai motivator bisnis di Indonesia bahkan beberapa negara besar di dunia, Yuswohady, mengatakan bahwa “by default, business must be an economic, social and environmental problem solver”, ini haruslah menjadi “Pancasila”-nya setiap pelaku bisnis. Strategi bisnis yang mesti diterapkan menurut Yuswohady untuk menghadapi MEA yaitu dengan mengambil taglinenya dari brand-brand domestik, terutama industri UMKM. Dia berharap agar para UKM menjadikan global movement, menjadi semangat pembaharuan bagi industri kecil.

Strategi yang dibicarakan Yuswohady ini mencakup lima pilihan, maka dia memberikan nama di strategi tersebut dengan sebutan “Panca Sila” menurutnya (panca sila) disini bukan berarti dasar Negara berupa Pancasila melainkan sebutan dari strategi yang harus diterapkan oleh para pelaku bisnis agar menjadi juara MEA.

Dalam gelaran Pesta tersebut Yuswohady menyebutkan bahwa sila pertamanya adalah penggunaan brand lokal atau local champion sebutan bagi pebisnis UKM yang menggunakan strategi ini. Dalam menggunakan strategi ini wajib pintar memanfaatkan keunikan lokal, maksudnya adalah memahami target pasar dan konsumen lokal, penggunaan bahan lokal, pemanfaatan tradisi dan kearifan lokal.

Sila kedua, Yuswohady mengatakan bahwa membuat dan memanfaatkan kreatifitas atau inovasi lokal dengan maksud menciptakan pasar baru yang persaingannya masih sedikit. Strategi ini disebut juga sebagai creative master. Menurutnya para entrepreneur yang menggunakan strategi ini bener-benar yang kreatif abis, menginovasi sesuatu sehingga dapat menghindari persaingan atau meminimalisir persaingan yang ketat di pasar global.

Sila ketiga, imbuh Yuswohady adalah meningkatkan kualitas guna mengalahkan brand besar yang serupa dalam bisnis yang sama. Kategori ini disebut dengan strategi quality challenger. Strategi ini mengandalkan kualitas produk dan layanan melalui perbaikan secara continuous. Para pebisnis ini umumnya dalam membangun brand perlu kurun waktu yang panjang untuk sukses.

Selanjutnya sila keempat, menurut Yuswohady adalah membangun dari berbagai sektor hingga bisnis menjadi berkembang dan lebih besar. Strategi ini disebut juga dengan sebutan long tail collaborator. Pebisnis yang sesuai untuk menerapkan strategi ini adalah meraka para UKM yang tergabung dalam UMKM sehingga dengan dihimpun dan disatukan menjadi satu kesatuan dalam kemitraan sehinggga akan memiliki dampak yang luar biasa dalam menghadapi pasar global.

Terakhir, strategi sila kelima ala Yuswohadi dalam menghadapi MEA adalah dengan mengukir prestasi di bisnisnya untuk menembus pasar global. Pebisnis yang menggunakan strategi ini disebut dengan global chaser. Menurutnya pebisnis seperti ini sangat istimewa sebab mereka lebih fokus untuk menembus pasar global terutama pasar di ASEAN.

Itulah lima sila menurut Yuswohady yang mesti coba Anda terapkan, terutama oleh para entrepreneur khususnya industri kecil umumnya meraka yang sudah berkembang dibisnisnya sehingga mampu bersaing di pasar global ASEAN yang sebentar lagi akan bergulir. (ang)

Admin @ukmsuksescom
Admin @ukmsuksescom
Ditulis dan diposting oleh Admin UKMSukses.com

Leave a Reply


+ 8 = 12