Repeat Order

repeat order ukmsuksesUKMSukses.com – ‘Adanya repeat order minimal menandakan tidak adanya masalah di produk atau jasa’.

Demikian perkataan dari seorang teman yang sudah pengalaman di bidang Business Development dan sering diminta memberikan pendampingan atau konsultasi membuat konsep bisnis, kini beliau mengurusi pertanyaan-pertanyaan mengenai usaha.

Sedikit banyak saya setuju dengan pendapatnya. Ketika memulai usaha maka keunggulan produk atau jasa menjadi perhatian pertama dari konsumen. Adanya repeat order artinya mereka puas dengan produk atau jasa yang kita tawarkan. Jadi mestinya jika ada hal-hal lain seperti kurangnya respon maupun grafik penjualan yang menurun bukan berada pada produk atau jasanya. Walau demikian peningkatan kualitas atau inovasi jelas menjadi hal yang penting.

Memang sulit membuat konsumen repeat order, bahkan lebih sulit dari mendapatkan konsumen baru. Sampai-sampai ada prakata ‘mempertahankan lebih sulit daripada mendapatkan yang baru’. Tapi dari mempertahankan itulah sumber terbesar profit kita dan kadang dengan biaya lebih sedikit. Ketika seorang konsumen melakukan repeat order maka ia sudah bertranformasi menjadi seorang pelanggan. Yang berlangganan, yang akan melakukan repeat order.

Contoh : ketika saya membeli baju batik pertama kali, maka saya sudah menjadi konsumen. Dan ketika kemarin saya beli batik lagi disana maka saya sudah menjadi pelanggan. Batiknya pas di badan, ini salah satu selling point-nya karena selama ini selalu kesulitan dalam ukuran baju.

Baca juga : Quick Response

Lalu bagaimana yang menyatakan ‘belum tentu karena bisa jadi usaha tetap sepi alias masih masa bulan madu, bagus di awal aja’. Ini dia bedanya antara mendapatkan konsumen dan pelanggan itu. Ketika pertama kali berdiri, dengan segenap acara launching yang megah dan semarak apalagi dengan promo menarik maka kita bisa mengundang orang sebanyak mungkin dan mendapatkan penjualan yang luar biasa.

Namun lantas bagaimana selanjutnya? Nah, disinilah yang dalam ilmu-nya Brad Sugar bisa dipraktikkan. Urutan dalam melakukan penjualan adalah : prospek/calon konsumen – konsumen – pelanggan. Prospek di dapat melalui mendapatkan lead sebanyak-banyaknya. Promosi di media, iklan baris, brosur dan sebagainya adalah serangkaian cara mendapatkan leads.

Lalu merubah leads itu menjadi konsumen atau menjadikan mereka melakukan transaksi. Istilah lainnya adalah convertion rate, seberapa besar prosentase kita berhasil merubah leads menjadi pembeli. Memberikan garansi, packaging yang menarik, adanya penawaran dalam bentuk paket, kemudahan pembayaran dan lainny adalah beberapa cara. Intinya bagaimana orang yang datang ke toko kita baik offline maupun online akhirnya membeli bahkan bagaimana yang tadinya tidak ada niat beli namun jadi membeli.

Baca juga : 4 Pilar Membangun Sistem Usaha

Kemudian sekarang menjadikan konsumen yang sudah beli tadi kembali lagi datang ke toko kita, semoga bukan komplain tapi karena puas sama produk dan jasa kita, syukur-syukur jika kembalinya lagi membawa temen atau merekomendasikan usaha kita. Seperti diulas di awal tentu produk atau jasa berikut pelayanan dan sebagainya mesti prima dan mampu memberikan kesan pertama yang menggairahkan. Hal-hal tersebut cenderung bersifat pasif artinya kita pasrah apakah mereka akan balik lagi atau tidak.

Selain itu cara lainnya yang sifatnya lebih aktif atau memang kita rencanakan untuk lebih banyak mendapatkan pelanggan atau konsumen yang repeat order. Membuat sistem membership, melayani tukar-tambah, katalog adalah beberapa cara. Namun yang paling mempunyai kekuatan dari itu semua adalah relationship. Hubungan dengan para konsumen yang telah menggunakan produk atau jasa kita yang mesti dijaga.

Dan menjaga hubungan itu bisa dilakukan hanya jika kita melakukan pencatatan atau memiliki database mereka. Seperti sebuah supermarket yang secara rutin memberikan katalog produk kepada para mitranya. Atau suatu produk susu yang melakukan telemarketing menanyakan kabar anak kita. Atau sebuah penyewaan VCD yang menginformasikan info film terbaru yang dimiliki.

Baca juga : Di Fase Mana Usaha Anda?

Dengan cara-cara tersebut maka tujuannya :
1. Pelanggan merasa diperhatikan
2. Pelanggan mengetahui info terbaru dan kita bisa menawarkan produk/jasa terbaru
3. Kita bisa mengetahui alasan jika ternyata konsumen tidak kembali membeli produk atau jasa kita, untuk kita dapat melakukan evaluasi

So, keep information about our customer. Hanya dengan adanya catatan dan database itulah kita bisa berkreasi dalam menciptakan strategi aktif repeat order.

Photo by by Life of Pix

Eko June (@ekojune)
Eko Junaedi (Eko June) adalah pemerhati dan pelaku usaha UKM, owner dari beberapa usaha yaitu distributor Cireng Bandung Isi (www.agencireng.com), distributor jilbab anak dan balita (www.jilbab-balita.com), serta kemitraan outlet kopi On The Spot Coffee (www.onthespotcoffee.com). Perhatiannya terhadap dunia wirausaha terutama UKM membuatnya aktif di beberapa komunitas wirausaha seperti TDA, menulis tulisan artikel yang beberapa sudah dimuat di media seperti majalah dan tabloid, juga menjadi pembicara dan dosen tamu bertema kewirausahaan serta menjadi partner consultant Maxbiz untuk usaha kemitraan dan operasional UKM. Kumpulan Artikel : http://ukmsukses.com/author/ekojune/ Follow @ekojune

Leave a Reply


1 + 2 =