Rahmi Salviviani: Berbagi Tanpa Menunggu Berada di Puncak Sukses

rahmi alifakids ukmsuksesBagi Rahmi Salviviani, memiliki jejaring atau komunitas pertemanan sesama pebisnis adalah wadah untuk berkumpul, belajar dan mengajarkan tentang “ilmu ikhlas”. Giving without expect to take dalam artian yang sebenarnya. Mungkin ada yang beranggapan bahwa mana mungkin hidup hanya memberi tanpa meminta? Silakan saja, setiap orang bebas berpendapat dan berbuat, namun tak bisa bebas dalam menerima efeknya. Mungkin juga ada yang beranggapan bahwa terlalu naif jika dimasa sekarang hidup ikhlas dan hanya berharap pada balasan Tuhan.

Orang yang berpikiran dan berbuat kecil hanya akan mendapatkan balasan yang kecil juga, itu hukum alamnya. Ikhlas berbagi bukanlah perkara yang kecil, karena bagi Rahmi, itulah tujuan penciptaan manusia sesungguhnya.

“Bisnis jalan dan berkembang, ownernya hidup seimbang, tetap berbagi tanpa takut miskin. Saya pikir ini adalah bentuk lengkap dari kebahagian dunia yang mudah-mudahan menjadi bekal kebaikan kehidupan kekal di akhirat kelak,” harapnya.

Energi positif dari pemikiran atau mindset yang memang dibangun saat dalam berkomunitas bisnis di TDA yang ia ikuti, berpengaruh hebat dalam kehidupan bisnis, keluarga dan spiritual. Kesempatan lainnya adalah bahwa ia diberikan tempat untuk berbagi, tak peduli sekecil apapun peran itu. Berbagi tanpa menunggu berada di puncak sukses menurut Rahmi adalah bekal untuk mendapatkan apa yang diinginkan oleh siapapun.

Rahmi juga menyatakan bahwa dirinya termasuk ‘berani’ dalam bisnis. Komunitasnya menjadi rem bagi dirinya agar bisa menjadi pemberani dan pintar, tak hanya sekadar nekat. Banyak yang bisa memulai bisnis namun tak banyak yang dapat mempertahankannya, salah satu penyebabnya karena kurangnya kontrol diri.

Rahmi berbisnis dibidang pendidikan sejak 2008. Pendidikan Taman Kanak-kanak pun dipilihnya. Ia meyakini bahwa apapun yang sedang Allah amanahkan bukanlah hal yang sia-sia. “Tidak penting bisnisnya apa, tapi seberapa bertanggungjawabnya kita dalam menjalankan kepercayaan Allah itu,” katanya optimis.

Diawal berbisnis Rahmi masih meggunakan merek orang lain. Belajar dari kekurangan dan kelebihan yang ada, dua tahun belakangan Rahmi memberanikan diri menggunakan brand sendiri yakni TK Alifa Kids, yang saat ini telah memiliki sembilan cabang di dua kota, Pekanbaru dan Palembang. Beberapa cabang adalah hasil kerjasama dengan investor. “Sudah lebih dari 20 orang yang ingin mewaralabakan TK ini, namun dengan berat hati kami harus menolak, karena menurut kami brand ini belum teruji, setidaknya belum sampai lima tahun dan sistem bisnis ini masih terus dalam perbaikan,” jelas Rahmi.

Rahmi mengkisahkan bahwa tadinya ia hanya seorang ibu rumahtangga biasa yang pernah bekerja namun memutuskan berhenti karena sudah memiliki anak. Dalam perjalanan, perempuan yang aktif ini ternyata tidak nyaman jika hanya berdiam diri. Ia pun bertekat untuk bisa menjadi solusi bagi suami, dan bukan ‘beban’. “Ternyata Allah SWT menggiring ke arah bisnis pendidikan ini. Apa yang menjadi tujuan saya terpenuhi, berbisnis namun tetap dapat mengurusi keluarga.”

Meskipun Rahmi dan suami tidak memiliki latar belakang pendidikan TK, mereka mempercayakan kepada ‘ahli’nya, yakni guru-guru TK yang bergabung dengan tim kecilnya. Dengan kontrol dan kepercayaan tim ini berkembang menjadi hampir 60 orang. “Saya meyakini apapun yang Allah titipkan sekarang ada maksudnya.”

Hampir semua bisnis memiliki nilai sosial sebagai syarat agar tetap bisa bertahan. Bisnis yang hanya memikirkan aspek keuntungan semata akan segera ditinggalkan tim, bahkan konsumennya. Berbisnis pendidikan baginya sangat menentramkan hati sekaligus menjadi tantangan tersendiri karena tugas utamanya adalah ‘mengelola manusia’. Diperlukan kemampuan memimpin yang sesuai dengan tim.

“Namun tidak ada yang tidak mungkin, para guru-guru TK kami ajak untuk berpikir besar. Beberapa dari mereka menjadi mandiri dengan memulai usaha sendiri. Bagi saya ini sebuah prestasi. Sebagian besar berhasil menjadi leader di cabang mereka masing-masing,” katanya.

Sumber : Buku Keajaiban Tangan Di Atas, Karya : @roniyuzirman dan @iimrusyamsi

Sumber photo : alifakids.blogspot.com

Admin @ukmsuksescom
Admin @ukmsuksescom
Ditulis dan diposting oleh Admin UKMSukses.com

Leave a Reply


9 − 8 =