Profil UMKM di Indonesia

Screen Shot 2014-10-06 at 11.48.20 AMPiramida ini menyajikan profil usaha di Indonesia berdasarkan aset dan definisi Kementerian Koperasi dan UKM. Berdasarkan data Kemenkop UKM dan BPS 2013, Usaha Besar masih memiliki porsi yang sangat kecil yaitu 0,01% dari total seluruh jumlah UMKM yang ada di Indonesia. Sedangkan Usaha Menengah hanya 0,09%, Usaha Kecil sekitar 1,13%, dan Usaha Mikro memiliki jumlah terbesar sekitar 98,77% dari total pelaku UMKM sebanyak 57.900.787 unit. Sekitar 59% dari PDB (Pendapatan Domestik Bruto) Indonesia disumbang dari Usaha Mikro, Kecil dan Menengah; sekitar 97% dari tenaga kerja Indonesia diserap oleh UMKM (Kemenkop UKM, 2013)

Data di atas menggambarkan bahwa level Usaha Mikro masih mendominasi kelompok usaha di Indonesia. Dari waktu ke waktu belum terjadi perubahan struktur yang signifikan, dimana usaha mikro tidak naik kelas menjadi usaha kecil, usaha kecil menjadi usaha menengah dan seterusnya. Berdasarkan kenyataan di lapangan, UMKM sering tergambarkan sebagai usaha yang memiliki manajemen tradisional, dengan ciri-ciri yaitu :

  • UMKM yang tumbuh dan berkembang di Indonesia lebih banyak dikelola oleh perorangan (one man show) atau dikelola dalam satu keluarga dengan pola manajemen tertentu.
  • UMKM tumbuh dan berkembang dengan penggunaan bahan baku yang terbatas serta proses produksi yang sederhana.
  • Pola permintaan pelanggan cenderung sangat monoton (relatif tidak banyak berubah). Kecenderungan ini tercipta sebagai akibat minimnya kompetensi UMKM dalam menciptakan produk.
  • Penggunaan alat produksi yang sederhana (bukan berbasis teknologi tinggi).

Dari keseluruhan permasalahan yang dihadap oleh UMKM di atas, dapat disimpulkan bahwa UMKM menghadapi dua faktor permasalahan untuk naik kelas yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi permasalahan kualitas SDM yang masih rendah, baik dari aspek pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), pengalaman, etika kerja, maupun jiwa kewirausahaan yang kurang matang. Selain masalah SDM, faktor internal lain yang dihadapi UMKM adalah ketertinggalan dalam penguasaan teknologi, keterbatasan informasi pasar dan manajemen sehingga berdampak pada rendahnya produktivitas dan kualitas manajemen secara menyeluruh.

Disamping itu, UMKM seringkali menghadapi keterbatasan akses dan pengetahuan untuk bersinergi dengan lembaga bisnis yang lain. Namun, saat ini telah timbul kesadaran perusahaan besar untuk membentuk wadah pemberdayaan UMKM dengan cara kemitraan.

Adapun faktor eksternal yang menjadi penyebab sulitnya UMKM untuk naik kelas adalah aspek kemudahan akses dan pola pembiayaan dari lembaga keuangan, kondisi persaingan usaha yang kurang sehat, ketersediaan lokasi usaha yang kurang strategis akibat adanya kebijakan otonomi daerah, dan pola pemberdayaan UMKM yang belum optimal. Selain itu, kondisi ekonomi makro, seperti kebijakan kenaikan BBM dan listrik, serta nilai tukar rupiah sering kali menghambat UMKM untuk bergerak naik kelas.

Kekurangan berpihakan lembaga keuangan dan keterbatasan peluang jasa pengembangan usaha
bagi UMKM juga menjadi faktor eksternal yang sangat berpengaruh terhadap peningkatan kapasitas UMKM di Indonesia agar dapat terus naik kelas.


Screen Shot 2014-10-06 at 11.56.06 AM

Kebijakan pasar bebas ASEAN (MEA 2015) yang akan diterapkan pada akhir tahun 2015 mendatang, tentu akan mempengaruhi peta perekonomian dan persaingan pasar domestik dengan produk yang datang dari negara-negara tetangga. Jika tak ada langkah serius dari pemerintah dan UMKM itu sendiri, bukan tidak mungkin produk dan usaha-usaha dalam negeri akan kalah saing dengan produk dan usaha-usaha negeri tetangga.

Untuk menghadapi kondisi yang semakin kompleks tersebut, tentunya UMKM yang unggul harus mampu memenuhi poin-poin ini, yakni :

  • Kemampuan dalam memenuhi kebutuhan konsumen secara cepat, tepat dan dengan harga yang bersaing, serta kreatif untuk menciptakan inovasi produk atau jasa yang dihasilkan.
  • Manajemen yang selalu berkembang sehingga mampu mengatasi tingkat kerumitan dan perubahan yang terjadi setiap saat.

Hasil survei yang dilakukan di Kanada sebagai pembanding dari hasil survey yang dilakukan di Indonesia, menunjukkan bahwa manajemen (internal UKM) merupakan faktor dominan yang perpengaruh tinggi dalam proses pengembangan usaha dibandingkan dengan usaha yang dilakukan oleh pemerintah (faktor eksternal).

Sumber : Jurmal Kadin UKM Edisi 8-15 Agustus 2014

Jurnal Kadin UKM
Jurnal Kadin UKM
Jurnal KADIN UKM adalah buletin rutin yang diterbitkan oleh Pengurus KADIN Indonesia Bidang UMKM dan Koperasi. Bertujuan memberikan informasi dan pengetahuan kepada para UMKM dan Koperasi di Indonesia agar maju dalam perekonomian dan bisnis. Web : http://kadinindonesia.or.id. Kumpulan artikel : http://ukmsukses.com/author/kadinukm/ Follow : @kadinindonesia
http://kadinindonesia.or.id

One thought on “Profil UMKM di Indonesia

Leave a Reply


7 − = 3