Produksi Kemasan UKM, Boleh Murah Asal Bagus!

Kemasan Fleksibel

Mengacu pada namanya, kemasan fleksibel adalah kemasan yang bentuknya fleksibel. Flat atau datar saat kosong, dan berubah bentuk mengikuti produk atau strukturnya setelah diisi. Dibuat dari lembaran plastik atau kertas, sehingga tipis dan hemat material jika dibandingkan dengan kemasan plastik kaku seperti botol. Harganya yang lebih murah dibanding botol, pilihan material yang beragam, serta ukuran yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan membuat banyak pelaku UKM menggunakan jenis kemasan ini untuk produknya.

Kendala bukan tidak ada, kemasan fleksibel untuk pabrikan besar dicetak dengan teknik cetak rotogravure yang memerlukan biaya sangat besar. Bagi pabrikan besar tentu tidak masalah karena mereka mampu memproduksi sekaligus dalam jumlah besar, ratusan ribu hingga jutaan kemasan sekaligus. Sementara bagi pelaku UKM, sulit untuk mencetak kemasan sebanyak itu sekaligus.

Alternatif solusi yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan kemasan fleksibel polos. Selain bisa dibeli langsung di pasaran dalam jumlah yang tidak terlalu banyak, kemasan fleksibel polos ini juga cepat dapat digunakan karena tersedia di pasaran. Bentuk dan ukurannya juga bermacam-macam, mulai dari sachet, standing pouch, gussette, dan bentuk lainnya. Materialnya pun bisa dipilih sesuai kebutuhan, mulai dari plastik transparan seperti PP, OPP, alumunium foil, atau kombinasi beberapa material kemasan. Dekorasi kemasan dapat dilakukan dengan label atau sablon langsung pada kemasan.

Solusi lain yang kini mulai dikembangkan adalah kemasan fleksibel dengan laminasi kertas, sehingga dapat di cetak dengan cetak offset untuk kemusian dilaminasikan ke kemasan fleksibel. Teknik ini cukup menarik karena seluruh bagian kemasan dapat dicetak. Kekurangannya terdapat pada hasil akhir yang membuat kemasan menjadi lebih tebal dan kaku karena penggunaan kertas sebagai laminasinya.

 

  1. Teknik cetak

Pilihan dekorasi yang seuai untuk kemasan UKM adalah teknik cetak yang tidak membutuhkan biaya besar, namun hasil cetaknya cukup baik.

 

Cetak offset

Cetak offset atau cetak datar adalah salah satu yang dapat digunakan. Selain prosesnya cepat, biayanyapun tidak terlalu mahal dibandingkan dengan cetak rotogravure atau fleksografi. Cetak offset biasa digunakan untuk kemasan karton lipat atau label.

 

Cetak saring

Teknik cetak yang sering disebut cetak sablon ini juga banyak digunakan untuk kemasan UKM. Kelebihan teknik cetak ini adalah dapat dicetak langsung di permukaan kemasan dari beragam material, baik plastik, kaca, karton maupun kemasan fleksibel. Biaya yang diperlukan juga cukup terjangkau untuk jumlah cetak yang tidak terlalu banyak. Kekurangannya adalah hasil cetak yang kasar untuk penggunaan raster, sehinga teknik cetak ini tidak cocok digunakan untuk desain kemasan yang menggunakan foto atau untuk warna gradasi. Solusi dari keterbatasan ini adalah menggunakan desain dengan berbasis vector dengan warna-warna solid (blok) yang menjadi kelebihan dari hasil teknik cetak sablon.

 

Cetak digital

Merupakan teknik cetak yang sedang berkembang pesat saat ini. Keunggulan utamanya adalah kemampuannya mencetak dalam jumlah sedikit dengan biaya yang sangat terjangkau. Teknologi digitalnya membuat teknik cetak ini mampu mencetak desain full color dengan sangat murah untuk jumlah yang sedikit, jika dibandingkan dengan teknik cetak lainnya.

Untuk cetak label kemasan dalam jumlah sedikit dengan desain full color, atau untuk cetak kemasan karton lipat, bisa dilakukan dengan teknik cetak ini.

Kekurangan dari teknik cetak digital ini adalah ukuran bidang cetaknya yang terbatas pada ukuran A3, serta material karton yang dapat digunakan umumnya hanya sampai ketebalan 260 gsm. Sedangkan mesin cetak digital model plotter untuk indoor dan outdoor material yang berbasis inkjet, dapat mencetak di ukuran besar, namun dengan kualitas cetak dan material cetak yang lebih terbatas dibandingkan dengan mesin cetak digital yang berbasis laser printer. NEXT

Nangwe (@nangwelogy)
Nangwe (@nangwelogy)
Nanang Wahyudi biasa dipanggil Nangwe adalah Founder & Managing Director Dampu Design dan Founder Rumah Makan Saung Prang Pring. Selain berbisnis, beliau juga aktif menjadi pemerhati UKM khususnya terkait dengan kemasan/packaging dan design. Di tengah kesibukannya, NangWe juga adalah Dosen Kewirausahaan dan Desain Kemasan Politeknik Negeri Jakarta di Depok. Kumpulan artikel : http://ukmsukses.com/author/nangwe Twitter: @nangwelogy.

Leave a Reply


4 + = 8