Peran Pemerintah dalam Pertumbuhan Industri Kreatif

Berbagai negara sudah menyadari potensi industri kreatif dalam perekonomian nasionalnya sejak beberapa dekade lalu. Pemerintah negara-negara lain juga sudah bergerak melakukan berbagai upaya-upaya proaktif guna mendukung geliat pertumbuhan industri kreatif di negaranya.

Sejak tahun 2000, Singapura memprioritaskan pembangunan masyarakat kreatif (development of creative society). Singapura membuat slogan nasional yaitu Singapore : Global City of Arts. Berbagai cara ditempuh Singapura untuk mewujudkan masyarakat kreatif seperti melakukan pertukaran kebudayaan, mendorong investasi di sektor industri kreatif, mempromosikan tur budaya (cultural tourism), dan mendirikan distrik kreatif.

Negeri tirai bambo, Tiongkok, telah memformulasikan strategi kebijakan untuk mendorong industri kreatif sejak tahun 2004. Berbagai daerah seperti Beijing, Shanghai, Shenzen, dan Guangzhong didorong menjadi daerah pusat pengembangan industri kreatif, pemerintah juga menyediakan pinjaman khusus bagi pertumbuhan aktivitas industri kreatif skala kecil dan menengah.

India, terkenal memiliki industri media dan hiburan yang berkontribusi besar pada pertumbuhan perekonomiam nasional. Sektor industri surat kabar, televisi, dan radio di India menjadi sektor yang berkembang paling pesat sekaligus merupakan yang ketiga terbesar di dunia. Setiap tahunnya diproduksi 800 judul film dalam berbagai bahasa daerah India.

Negara-negara kawasan timur yang dijuluki macan asia, seperti Jepang dan Korea Selatan telah menaruh perhatian besar terhadap industri kreatif domestiknya lebih awal. Industri anime, manga dan game merupakan industri yang berkembang pesat
di Jepang hingga saat ini. Sejumlah ikon produk-produk tersebut telah mendunia dan dikenal oleh masyarakat global. Beberapa tahun terakhir, Korea Selatan mengembangkan industri kreatifnya melalui industri perfilman dan musik. Berbagai regulasi dibuat demi mendukung industri kreatif dalam negeri yang telah dilakukan sejak masa kepemimpinan Presiden Park Chung Hee tahun 1961, salah satunya dengan mengajak konglomerat-konglomerat negara itu untuk berinvestasi dan memberikan subsidi langsung terhadap industri kreatif dalam negeri.

 Screen Shot 2014-10-21 at 11.21.43 PM

Di kawasan Asia Tenggara, salah satu produk industri kreatif yang berkembang pesat adalah industri kerajinan. Di Indonesia, khsususnya Pulau Jawa dan Bali, berkembang industri kerajinan seperti furnitur, keramik dan berbagai pernik kerajinan tangan. Selain industri kerajinan, Indonesia juga terkenal sebagai kiblat fesyen muslim dunia. Ini ditandai dengan munculnya puluhan brand fesyen busana muslim di Indonesia yang sebagian besar telah menembus pasar ekspor. Untuk mendukung perkembangan industri kreatif, pemerintah Indonesia bahkan mendirikan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Selain Indonesia, industri fesyen untuk busana muslim juga berkembang pesat di Malaysia. Malaysia telah menjadi tuan rumah acara Islamic Fashion Festival yang melibatkan para desainer busana muslim kondang dari Eropa, Timur Tengah, Afrika Utara, dan Asia Tenggara. Untuk memperkenalkan kebudayaan Malaysia kepada dunia, pemerintah Malaysia juga telah mencanangkan program national homestay yang sangat sukses dimana para turis dapat tinggal di salah satu rumah penduduk untuk mencicipi masakan dan mempelajari kebudayaan sehari-hari masyarakat lokal.

Industri fesyen juga mengalami perkembangan pesat di Bangkok, Thailand. Di Bangkok sendiri terdapat lebih dari 20.000 perusahaan fesyen yang dirintis oleh kaum muda mulai dari yang berskala besar hingga kecil. Populasi penduduk Thailand yang sebagian besar berusia di bawah 30 tahun merupakan peluang pasar industri fesyen di negara tersebut.

Di Vietnam, kebijakan di sektor industri kreatif telah lama diperkenalkan, namun belum menjadi prioritas dan sekedar kebijakan yang berorientasi jangka pendek. Namun, sejumlah organisasi non pemerintah yang berperan mengoordinir kepentingan sejumlah pelaku industri kreatif sudah berdiri, misalnya asosiasi pengrajin Vietcraft Association of Handicraft Exporters.

Sumber : Jurmal Kadin UKM Edisi 1-8 Agustus 2014

Sumber foto : www.ziombio.com

Jurnal Kadin UKM
Jurnal Kadin UKM
Jurnal KADIN UKM adalah buletin rutin yang diterbitkan oleh Pengurus KADIN Indonesia Bidang UMKM dan Koperasi. Bertujuan memberikan informasi dan pengetahuan kepada para UMKM dan Koperasi di Indonesia agar maju dalam perekonomian dan bisnis. Web : http://kadinindonesia.or.id. Kumpulan artikel : http://ukmsukses.com/author/kadinukm/ Follow : @kadinindonesia
http://kadinindonesia.or.id

Leave a Reply


+ 3 = 6