Musim Seri

Aris-02UKMSukses.com – Beberapa hari terakhir sebuah stasiun tv memutar berulang-ulang promo dimulainya drama seri Turki, Cinta di Musim Cherry. Sebuah drama seri yang sangat terkenal di negara asalnya. Kebetulan drama seri ini memiliki theme song yang unik sekaligus melodius –dibuat versi Indonesia pula — sehingga menjadi daya perekat cukup kuat dengan penonton.

Sebelumnya sudah ada drama seri Turki yang lain. Juga menarik minat penonton. Kelihatan dari ratingnya yang bisa kompetitif dengan program-program lokal. Bisa jadi ini menandai mulai diliriknya drama seri Turki oleh para programmer stasiun tv Indonesia. Kenapa ini jadi pilihan menarik ? Alasannya cukup jelas. Membeli drama seri dari luar negeri jauh lebih murah daripada membeli dari dalam negeri (produksi production house lokal) . Membeli dari luar negeri  bisa Rp 10 – 20 juta per episode sedangkan membeli dari dalam negeri membutuhkan dana Rp 150 – 450 juta per episode

Fenomena memberi kesempatan pada kita untuk evaluasi diri: jika memang kita mau mendorong pertumbuhan industri kreatif, mengapa drama seri –yang menjadi penyumbang besar dari pendapatan industri kreatif di negara-negara lain — sepertinya belum terlihat ada tanda-tanda digarap dengan baik ?

Mungkin sebagian orang menolak anggapan bahwa sinetron belum digarap dengan baik. Hitung-hitungannya sangat jelas.    Ada sepuluh tv besar di Indonesia.   2 stasiun tv adalah tv berita. 8 sisanya menyiarkan drama dalam jumlah yang beragam. Penghasilan yang dihasilkan pun beragam. Berdasarkan data Adex   satu episode drama seri  yang tayang di prime time bisa menghasilkan penghasilan antara Rp 750 juta hingga Rp 1,5 milyar. Jika dalam sehari ada sekitar 10 judul drama seri  di prime time, berapa penghasilan dalam setahun yang berarti dikalikan 365 hari ? NEXT

Aris Ananda (@aris_ananda)
Aris Ananda (@aris_ananda)
Adalah penulis buku KREATIVITAS UNTUK BOOMING. Mengawali karir sebagai jurnalis majalah bisnis dan penulis skenario drama. Berkecimpung lebih dari 20 tahun di industri tv sebagai praktisi. Masih aktif sebagai praktisi di industri kreatif sekaligus trainer dan pembicara untuk tema kreativitas dan industri kreatif. Modul pelatihan yang dikembangkannya: Creative Product Development dan Kreativitas untuk Booming. Kumpulan artikel : http://ukmsukses.com/author/arisananda/ Twitter: @aris_ananda

One thought on “Musim Seri

  1. pak saya mau bertanya…
    saya ingin punya penghasilan tambahan dan jika berhasil usaha ini akan saya jadikan sebagai mesin uang saya. saya berpikir untuk membuka usaha sablon, namun saya ragu karena saya masih pemula dalam hal sablon, melihat telah menjamurnya bisnis sablon di kota saya, bagaimana saya meyakinkan diri agar berani menggeluti bisnis ini.terimakasih

Leave a Reply


+ 5 = 7