Meniti Mimpi Mandiri

Hal terberat yang harus saya lakukan adalah mengubah sikap dan mindset, dari karyawan perusahaan besar yang penuh fasilitas dan diprioritaskan para vendor, menjadi wirausaha mandiri yang harus men-serve klien. Apalagi beberapa klien juga merupakan teman lama di tempat saya pernah bekerja. Ahh.. betul-betul pengalaman baru yang seru. Melatih kesabaran dan membunuh kesombongan. Alhamdulillah.

Tak pernah terbayang sebelumnya bahwa suatu saat nanti akan ada 20an orang yang bisa ikut bekerja bersama saya di sini. Tak pernah terbayang juga banyak hal lain yang pelan-pelan (kalau tak mau bilang dipaksa) saya pelajari untuk bisa memajukan usaha saya. Juga tak terbayangkan jika ternyata pada tahun kelima, usaha saya bisa menempati gedung berlantai tiga yang lebih layak ketimbang tempat usaha sebelumnya. Keluarga saya bukan hanya tak lagi menentang, mereka kini justru bangga salah satu anaknya berwirausaha. Untuk materi? Saya sering berpikir bagaimana berusaha dengan tekun, baik dan jujur, insyaAllah pendapatan materi akan mengikuti sebagai konsekuensinya. Alhamdulillah semua itu terjadi.

Lalu apakah semua harus menjadi pengusaha seperti semangat yang banyak dikobarkan belakangan ini? Saya sendiri memilih tidak menjawab “ya” untuk itu. Karena saya yakin tiap orang memiliki jalannya masing-masing. Jadi senyamannya saja. Jika tiba waktunya kebutan hati begitu kencang untuk berwirausaha, dan punya cukup keberanian akan ketidak pastian, lakukan. Toh kalau semua jadi pengusaha ya juga akan bingung, yang jadi karyawan trus siapa?

Sampai hari ini saya masih menjalani beberapa aktivitas yang rasanya cuma bisa saya lakukan jika saya berwirausaha. Mengajar dua kali seminggu, menjalani hobi memotret, menulis, berbicara di forum diskusi yang sesuai, mencoba bisnis baru, sambil tentu saja terus belajar, merawat dan mengembangkan usaha saya agar bisa bermanfaat bagi lebih banyak orang.

Jadi, tertarik untuk memulai usaha? Bermimpilah karena itu gratis. Lalu wujudkan agar tak sia-sia.

GO ENTREPRENEUR!

Nangwe (@nangwelogy)
Nangwe (@nangwelogy)
Nanang Wahyudi biasa dipanggil Nangwe adalah Founder & Managing Director Dampu Design dan Founder Rumah Makan Saung Prang Pring. Selain berbisnis, beliau juga aktif menjadi pemerhati UKM khususnya terkait dengan kemasan/packaging dan design. Di tengah kesibukannya, NangWe juga adalah Dosen Kewirausahaan dan Desain Kemasan Politeknik Negeri Jakarta di Depok. Kumpulan artikel : http://ukmsukses.com/author/nangwe Twitter: @nangwelogy.

Leave a Reply


4 + 2 =