Mau Bisnis, Bakar Tuh Ijasah

“Belajar Goblok” ala Om Bob ini pula yang mengembalikan ingatan saya kepada Gates dan Zuckerberg. Mereka sangat mengerti arti sebuah pendidikan. Namun, keduanya memutuskan untuk berhenti kuliah karena ingin merealisasikan sebuah “stupid idea”, mengejar sebuah mimpi, sebuah passion. Bukan karena malas kuliah, atau alasan pelajaran di kuliah kurang menarik, seperti banyak dipakai alasan mahasiswa jaman sekarang. Saya yakin kalau Gates dan Zuckerberg menyelesaikan kuliahnya, selembar ijasah mereka akan mencantumkan gelar kelulusan sangat baik atau bahkan summa cumlaude.

Sejauh ini, sudah banyak artikel di web yang menulis tentang memulai bisnis sambil kuliah. Dan saya tidak perlu menambahkan ribuan artikel-artikel online yang sudah ada yang membahas kiat-kiat mulai atur jadwal antara kuliah dan bisnis, partneran dengan teman kuliah, sampai kiat-kiat pinjam uang dari teman kuliah dan keluarga.

Saya hanya ingin berbagi sebuah perspektif lain dari seorang teman terhadap pandangan Om Bob ihwal “Belajar Goblok” dan “Bakar Ijasah”. Memang bisnis teman saya ini jauh di bawah dari besarnya bisnis Gates atau Zuckerberg. Tapi, menurut saya kisahnya sangat lekat dengan keseharian kita.

Bersyukur saya punya teman seperti Salman Al Farisi, Alumni Program Yayasan Mien R Uno angkatan IV, lulus dari Teknik Pertanian IPB 2013. Contoh seseorang yang mulai bisnis pada masa kuliah dan menyelesaikan kuliahnya, antithesis nya Gates dan Zuckerberg. Mulai bisnis waktu kuliah dengan jualan Boneka Horta dan perlengkapan naik gunung.

Beberapa waktu lalu, saya pernah bertanya pada Salman, kenapa bisnis waktu kuliah. Jawabannya simple dan klasik. “Saya punya hobi naik gunung dan travelling, butuh uang, malu minta orang tua. Awalnya bisnis jualan pulsa sampai melihat sebuah celah untuk berbisnis perlengkapan naik gunung.” jawab Salman.

Pada awalnya, Salman hanya mencari di internet penjual perlengkapan naik gunung yang paling murah, untuk kebutuhannya sendiri. “Maklum, saat itu harga di toko-toko adventure relatif mahal”, menurutnya. Aktif melakukan hobi naik gunung bersama teman-temannya, beberapa teman kemudian menitipkan kepada Salman untuk bantu dibelikan perlengkapan yang sama. Saat itu memang tidak terpikirkan untuk dibisniskan. Lama-kelamaan semakin banyak teman yang titip, dari sini Salman melihat peluang yang cukup baik. Cerita Salman menunjukkan proses memulai bisnis yang sangat simpel.

M. Maulana (@WorkOut_ID
M. Maulana (@WorkOut_ID
Tidak lulus SMA dan memilih menjadi aktivis gerakan kewirausahaan di Indonesia. Hal-hal yang pernah dilakukan dari mulai menjadi Pengurus Pusat Kamar Dagang dan Industri (KADIN Indonesia), Ketua Dewan Pengurus beberapa yayasan yang beregerak di bidang kewirausahaan, menjadi pembicara di luar dan dalam negeri untuk topik kewirausahaan, sampai mengurus bisnis sendiri. Kumpulan artikelnya : http://ukmsukses.com/author/mmaulana/ Email: maulana@workout.id Web: http://workout.id; Twitter: @WorkOut_ID
http://workout.id

Leave a Reply


− 1 = 0