Industri Berkonsep Ekonomi Kreatif Part 2

creative3UKMSuksescomUKMSukses.com – Konsep Ekonomi Kreatif merupakan sebuah konsep ekonomi di era ekonomi baru yang menekankan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan stock of knowledge dari Sumber Daya Manusia. John Howkins dalam bukunya The Creative Economy: How People Make Money from Ideas adalah orang yang memperkenalkan istilah ekonomi kreatif. Howkins menyadari lahirnya gelombang ekonomi baru berbasis kreativitas setelah melihat pada tahun 1997, Amerika Serikat menghasilkan produk-produk Hak Kekayaan Intelektual (HKI) senilai US$ 414 miliar yang menjadikan HKI sebagai barang ekspor nomor 1 di Amerika Serikat. Seperti contoh adalah penyanyi, bintang film, pencipta lagu, atau periset mikro biologi yang meneliti farietas bibit unggul padi yang belum pernah diciptakan sebelumnya.

Struktur perekonomian dunia mengalami transformasi dengan cepat seiring dengan pertumbuhan ekonomi dunia, mulai dari yang tadinya berbasis sumber daya alam berubah jadi berbasis sumber daya manusia, perubahan tersebut berubah dari era pertanian, industri dan informasi. Alvin Toffler menambahkan bahwa dalam bukunya The Third Wave: Democratization in the Late Twentieth Century (1980). Bahwa konsep dari peradaban gelombang ekonomi baru ini terbagi menjadi 3 gelombang, gelombang pertama ekonomi pertanian/agrikultur, kedua gelombang ekonomi industri, ketiga gelombang ekonomi informasi, kemudian diprediksi akan ada gelombang ekonomi kreatif yang berbasis dari ide dan gagasan kreatif.

Cukup beralasan mengapa Indonesia perlu mengembangkan konsep ekonomi kreatif antara lain karena ekonomi kreatif berpotensi besar dalam memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan, membangun citra dan identitas bangsa, mengembangkan ekonomi berbasis kepada sumber daya yang terbarukan dan menciptakan inovasi dan kreativitas yang merupakan keunggulan kompetitif suatu bangsa. Ekonomi kreatif juga sangat tergantung kepada modal manusia atau creative capital, sehingga mampu membuat ide yang kemudian dapat diaplikasikan dalam bentuk barang dan jasa yang bernilai ekonomi. Proses produksinya tersebut dikatakan sebagai industri kreatif yang proses awalnya berasal dari ide dan gagasan kreatifitas.

Saat ini pemerintah Indonesia sudah membagi ekonomi kreatif kedalam beberapa bagian industri kreatif diantaranya, industri periklanan, arsitektur, pasar barang seni, kerajinan (craft), desain, fashion, video film dan photografi, musik, seni pertunjukan, software dan broadcasting. Lalu Indonesia juga memiliki 3 kota yang sering memunculkan industri kreatif seperti dari Kota Bandung, Jogja dan Bali. Kreativitas akan menjadi aktivitas ekonomi mendatang, menggantikan fokus yang kini pada zaman informasi. Konsep ini menempatkan kreativitas dalam paradigma kategori historis yang membentuk sejarah ekonomi manusia dari sejak permulaan waktu. Maka perubahan dari revolusi industri menggantikan agrikultur sebagai aktifitas ekonomi begitupun abad informasi akan digantikan dengan kreatifitas.

Perkembangan ekonomi di Indonesia pada dasarnya sudah mengarah kepada industri kreatif dengan berbasis ekonomi kreatif asalkan di dukung dengan akses teknologi, permodalan, ketersediaan ruang publik, pemanfaatan teknologi harus lebih ditingkatkan dan terlebih perlindungan pada hak cipta ini yang paling penting. Maka, peran pemerintah dan masyarakat sangat penting guna memunculkan pelaku industri, karena dengan dukungan pemerintah eksistensi industri kreatif akan memicu ekonomi kreatif terus tumbuh. (ang)

Photo: squarespace.com

Admin @ukmsuksescom
Admin @ukmsuksescom
Ditulis dan diposting oleh Admin UKMSukses.com

Leave a Reply


7 − 4 =