KAA Dilihat Dari Sisi UKM

kaa bandung ukmsuksescomUKMSukses.com – Dalam Konferensi Asia Afrika (KAA) ke 60, event Asian African Business Summit (AABS) 2015, yang diikuti oleh delegasi pemerintah negara sahabat dan para pengusaha di kawasan Asia-Afrika bertemu dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan sejumlah tokoh nasional. Menurut Presiden RI Jokowi bahwa kawasan Asia Afrika mempunyai banyak potensi dilihat dari jumlah penduduk Asia Afrika yang hampir satu setengah penduduk dunia. Artinya sudah setara dengan 75% penduduk yang ada di bumi. Kemudian jika dilihat dari pertumbuhan ekonomi Asia-Afrika rata-rata melaju di atas ekonomi dunia sebesar 4% per tahun.

Sementara itu dalam diskusi panel tentang sektor perdagangan dalam AABS, Presiden menuturkan bahwa pentingnya mengenai pertukaran informasi bisnis. Sebab dunia usaha antara Asia dan Afrika masih minim arus pertukaran informasinya. Dari diskusi panel tersebut terbentuklah kesepakatan membentuk dewan bisnis Asia Africa Business Council (AABC). Terbentuknya AABC ini untuk membahas sejumlah hubungan kerja sama perdagangan dan perindustrian, meningkatkan konektivitas, melakukan kerja sama infrastruktur, mengadakan pelatihan sumber daya manusia dan terakhir yang paling penting adalah memperkuat sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Jika dilihat dari sektor UKM erat kaitannya dengan industri kecil dan menengah serta berbagai permasalahan yang dialami seperti kendala perizinan, konektivitas dan promosi dalam potensinya diperdagangan terutama dalam memasarkan hasil produksi dan membangun kemitraan UMKM ke kawasan Asia dan Afrika.

Pada dasarnya pemerintah Indonesia harus menekankan investor asing di KAA untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Hal ini berguna untuk meningkatkan industri hilir di berbagai sektor. Mendorong industri hilir berguna untuk memfasilitasi antara industri micro, kecil dan menengah. “Hilir” maksudnya adalah tidak langsung, melainkan di pabrik seperti pengolahan dan pemasarannya. Sedangkan untuk industri “hulunya” diserahkan kepada industri micro, kecil dan menengah.

Dalam momentum KAA pemerintah Indonesia juga harus pintar dan jeli dalam melihat peluang untuk mempromosikan dan memasarkan produk-produk dari hasil tangan-tangan pengusaha kreatif Indonesia. Sehingga produk Indonesia dapat dengan mudah dikenal. Justru dengan momentum ini industri kecil dapat dengan mudah diakses oleh negara-negara peserta KAA. Misalkan saja pengenalan industri batik, tenun, batu akik dan lainnya, kemudian hasinya tersebut bisa dijadikan sebagai salah satu cinderamata untuk para delegasi negara anggota Konferensi Asia Afrika 2015. (ang)

Admin @ukmsuksescom
Admin @ukmsuksescom
Ditulis dan diposting oleh Admin UKMSukses.com

Leave a Reply


− 6 = 3