Industri Kreatif: Akselerator Ekonomi Indonesia

Indonesia Muslim FashionIndustri kreatif merupakan sektor yang tengah berkembang pesat dalam perekonomian dunia, tak terkecuali Indonesia. Sektor ini cukup berkontribusi bagi pendapatan nasional, penyerapan tenaga kerja serta peningkatan nilai ekspor.

Saat ini, pertumbuhan industri kreatif mencapai 5,76%, sementara pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,74% (BPS, 2013). Pertumbuhan industri kreatif nasional ditargetkan mencapai 10% pada 2014 dan dapat menjadi tiga besar kontributor Produk Domestik Bruto (PDB). Kontribusi industri kreatif terhadap PDB masih menduduki peringkat 7 namun mengalami peningkatan dari angka  Rp 573 triliun pada 2012 menjadi Rp 642 triliun pada 2013, berkontribusi sekitar 7% terhadap total PDB Indonesia.

tabel pdb indonesia bps 2013 ukmsuksescom

Industri kreatif (10,71%) merupakan empat besar kontributor penyerap tenaga kerja Indonesia, di bawah sektor pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan (33,58%), perdagangan, hotel dan restoran (15,84%) dan jasa-jasa (14,89%). Sektor ini menyerap 11.872.428 orang tenaga kerja pada tahun 2013. Jumlah ini meningkat 0,62% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya menyerap 11.799.568 orang tenaga kerja. Hal ini memberikan sinyal positif bagi upaya penurunan angka pengangguran Indonesia.

tabel tenaga kerja indonesia bps ukmsuksescom

Aktivitas ekspor Indonesia pada tahun 2013 mengalami peningkatan 4,03% dari tahun sebelumnya dengan pencapaian nilai sebesar 2.079 triliun rupiah. Namun hal itu diiringi pula dengan kenaikan nilai impor sebesar 5,88% dari tahun sebelumnya; menjadi 2.252 triliun rupiah. Sehingga secara total, nilai ekspor-impor Indonesia mengalami defisit perdagangan (trade deficit). Sementara pada saat yang bersamaan, sektor industri kreatif mampu mencatat pendapatan bersih (trade surplus) sebesar 39  triliun rupiah dengan nilai ekspor dan impor masing-masing sebesar 118 triliun dan 79 triliun rupiah. Ini menunjukkan bahwa ketergantungan industri kreatif terhadap impor relatif kecil dan memiliki potensi penopang perekonomian nasional.

Industri kreatif dikelompokkan menjadi 15 subsektor: periklanan; arsitektur; pasar barang seni; kerajinan; desain; fesyen; video, film, dan fotografi; permainan interaktif; musik; seni pertunjukkan; penerbitan dan percetakan; layanan komputer dan piranti lunak; televisi dan radio; riset dan pengembangan; dan kuliner.

Dari 15 subsektor industri kreatif, kuliner, fesyen dan kerajinan menjadi sub-sektor industri kreatif penyumbang porsi kontribusi terbesar dengan nilai masing-masing 208 triliun (33%), 181 triliun (27%) dan 92 triliun (14%). Ketiga subsektor ini juga mendominasi angka penyerapan tenaga kerja industri kreatif yakni fesyen 3.838.756 orang (32,33%), kuliner 3.736.968 orang (31,48%,) dan kerajinan 3.109.047 orang (26,19%).  Begitu pula dengan angka ekspor yang masih didominasi oleh fesyen 76 triliun (64,55%) kerajinan 21 triliun (18,26%) dan kuliner 11 triliun (9,93%).

Ekspor fesyen tertinggi adalah produk pakaian jadi dan alas kaki sedangkan ekspor kerajinan tertinggi adalah produk furnitur kayu, rotan, dan bambu. Subsektor industri kreatif lain yang cukup tinggi kontribusi nilai tambahnya adalah periklanan dan desain. Perkembangan kedua sektor industri ini tidak terlepas dari pelaksanaan pemilu pusat dan daerah serta membaiknya perekonomian nasional.

Adapun subsektor industri kreatif yang kontribusinya masih kecil namun mengalami pertumbuhan yang tinggi, yakni di atas 10%, hingga tahun 2010 adalah industri permainan interaktif (video game), arsitektur, layanan komputer dan piranti lunak. Industri permainan interaktif dan industri layanan komputer dan piranti lunak merupakan industri digital yang mengalami perkembangan pesat. Aplikasi idBlognetwork, Wayang Force, WriteLonger, Sajian Sedap, Waroeng Ekspres, MeetDoctor, Kriuq, Ngaku.in, 1001Malam, Bouncity yang merupakan hasil kreativitas pelaku kreatif digital Indonesia telah masuk dalam daftar Asia’s 50 Top Apps 2011.

Sumber : Jurmal Kadin UKM Edisi 1-8 Agustus 2014

Sumber foto : houseoflarasatiekarahma.blogspot.com

Jurnal Kadin UKM
Jurnal Kadin UKM
Jurnal KADIN UKM adalah buletin rutin yang diterbitkan oleh Pengurus KADIN Indonesia Bidang UMKM dan Koperasi. Bertujuan memberikan informasi dan pengetahuan kepada para UMKM dan Koperasi di Indonesia agar maju dalam perekonomian dan bisnis. Web : http://kadinindonesia.or.id. Kumpulan artikel : http://ukmsukses.com/author/kadinukm/ Follow : @kadinindonesia
http://kadinindonesia.or.id

One thought on “Industri Kreatif: Akselerator Ekonomi Indonesia

Leave a Reply to novia Cancel reply


4 + 9 =