Haji Alay : Kesabaran dalam Belajar Menuai Kesuksesan

Nuzli_Arismal ukmsukses haji alayHaji Alay atau H Nuzli Arismal adalah tokoh pengusaha muslim yang profilnya menginspirasi berdirinya komunitas bisnis TDA. Ia adalah tokoh bisnis lokal yang juga menginspirasi banyak anak muda untuk terjun ke dalam dunia wirausaha. Ia pulalah yang pada awalnya mempopulerkan istilah ‘tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah’.

Konsepnya ini diadopsinya dari hadist Nabi Muhammad Saw tentang sedekah yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Hadist Nabi Saw ini menyebutkan bahwa orang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kanannya.

Haji Alay yang pendidikan formalnya hanya sampai bangku SMP ini merupakan seorang distributor produk garment di Blok F Tanah Abang. Di antaranya Lois, Lea, Cardinal, H&R, Watchout, Country Fiesta,Tira, Dadung, iebe, dan lain-lain. Ia juga pemilik dan pengelola properti di Tanah Abang, Mangga Dua, ITC Cempaka Mas. Selain itu, ia juga menjabat sebagai Ketua Umum Syarikat Masyarakat Industri & Pasar Indonesia (SMI & PI), Ketua Umum Koperasi Pasar Syariah dan BMT Fajar Siddiq Tanah Abang, Preskom Hoklay Corporation, Pembina Bidang Ekonomi PP Muhammadiyah.

Haji Alay yang mulai berdagang di pasar Tanah Abang sejak tahun 1977 ini selalu menyatakan, bahwa kunci sukses lancarnya suatu usaha harus dilandasi dengan semangat beribadah, sehingga apa yang kita dapat bukan hanya keuntungan berupa materi tetapi juga imbalan dari Allah SWT. Langkah-langkah inilah yang kerap ia tularkan pada para pengusaha kecil lainnya yang banyak ia bantu. Iapun pernah menjadi seorang salah seorang penerima penghargaan Eramuslim Award 2006, yang diselenggarakan oleh situs berita Islam Eramuslim,

Usaha konveksi kecilnya itu dulu dimulai hanya dengan tiga buah mesin jahit Butterfly. Lama-kelamaan, pada 1986, usahanya meningkat dan jumalh mesin jahit pun bertambah menjadi 150-an. Sejak usahanya berkembang, Haji Alay ingin berbagi kesuksesannya dengan orang lain dengan mengembangkan sistem pembinaan atau sistem anak angkat yang waktu itu hanya dikembangkan di Jakarta dan Bandung. Dengan memodali para “anak angkat” dengan bahan baku dan mesin, ia pun jadi memiliki banyak penjahit untuk produknya garment baju muslim-nya. Yang membanggakan, hasil produksinya tak hanya digunakan oleh para konsumen dari dalam negeri, tapi juga dari luar negeri.

Haji Alay, yang lahir di Bukit Tinggi pada tahun 1953 ini,  mengaku tidak pernah belajar atau sekolah khusus bisnis ini tidak pernah membayangkan bisnisnya menjadi sukses. Baginya, semuanya ini merupakan karunia bagi Allah SWT. Karena ia selalu berpegang kepada prinsip, jika segala sesuatu dilakukan dalam konteks ibadah kepada Allah SWT, maka semuanya akan berakhir bahagia.

Maka ia melakukan berbagai pendekatan keagamaan kepada para pekerjanya. Ia tak segan untuk turun langsung memberikan asupan rohani bagi jiwa para pekerjanya melalui pengajian-pengajian kecil yang dipimpinnya. Awalnya, para pekerja yang rajin datang niatnya karena malu kepada sang ustadz yang tidak lain adalah Haji Alay sendiri. Makanya Haji Alay selalu mencoba untuk menumbuhkan keikhlasan di hati pada pekerjanya, agar datang karena ingin mengharap ridha Allah SWT. Ia tidak ingin ada keterpaksaan di sana. Hasilnya cukup menakjubkan. Para pekerjanya kebanyakan menjadi disiplin waktu ibadahnya. Jika waktu shalat tiba, biasanya toko akan tutup sementara.

Haji Alay selalu menekankan kepada para binaannya, bahwa hal terpenting dalam usaha adalah ide. Selain itu, jika ingin menjadi pelaku bisnis yang sukses maka janganlah jadi penonton, tapi jadilah penggerak bisnis. Jika terjadi kerugian, maka jadikan itu sebagai pengalaman dan perbaikan. Lakukan evaluasi mengapa usahanya sampai merugi. Menurutnya, kunci selanjutnya adalah kesabaran. Jangan berhenti belajar, karena akan kelak kesabaran dalam belajar menuai kesuksesan.

Sumber : Buku Keajaiban Tangan Di Atas, Karya : @roniyuzirman dan @iimrusyamsi

Foto : http://id.wikipedia.org/

Admin @ukmsuksescom
Admin @ukmsuksescom
Ditulis dan diposting oleh Admin UKMSukses.com

3 thoughts on “Haji Alay : Kesabaran dalam Belajar Menuai Kesuksesan

  1. Langkah awal apa yg kami lakukan jika memulai buka usaha kuliner,agar masakan kami jadi lebih dikenal luas masyrakat,dan laris,apakah dari harga,media iklan,mohon jawabannya

Leave a Reply


+ 9 = 11