CV Menjadi PT Bagaimana Nasib Kontrak Bisnis Anda?

kontrak ukmsuksescomUKMSukses.com – Pernah punya rekanan bisnis atau agen yang sebelumnya berbentuk CV lalu kemudian memproklamirkan dirinya sebagai PT? Sebenarnya tidak jadi persoalan asal jelas pengalihan hak dan kewajiban dalam Kontrak bisnis yang sudah dibuat.

Lalu apa saja yang harus diperhatikan? Yang pasti, PT dan CV adalah 2 Subjek Hukum yang berbeda. Pemilik bisa sama, namun merupakan 2 badan usaha yang berbeda.

Secara prinsip, perbedaan antara CV (Commanditaire vennootschap) dengan PT (Perseroan Terbatas) adalah pada status badan badan usahanya. CV merupakan badan usaha yang tidak berbadan hukum dan tanggung jawab dari para sekutu pengurus adalah sampai kepada harta pribadinya. Sedangkan PT merupakan badan usaha yang berbadan hukum, dimana terdapat pemisahan harta perseroan dengan harta pribadi. Sehingga tanggung jawabnya terbatas, tidak sampai kepada harta pribadi para pemegang saham.

Baca juga : 5 Tips Memilih Badan Usaha Yang Tepat

Misalnya perusahaan Anda telah terikat Perjanjian dengan rekanan yang berbentuk CV, dalam perjalanan kontrak, Direktur CV menginformasikan bahwa telah berubah bentuk menjadi PT. Nah, perbuatan hukum yang dilakukan oleh CV sebelum berubah menjadi PT ini dapat tetap mengikat PT yang baru apabila memenuhi beberapa persyaratan. Persyaratan-persyaratan tersebut adalah (lihat Pasal 13 UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas):

  1. Perbuatan hukum yang dilakukan calon pendiri untuk kepentingan Perseroan yang belum didirikan, mengikat Perseroan setelah Perseroan menjadi badan hukum apabila RUPS pertama Perseroan secara tegas menyatakan menerima atau mengambil alih semua hak dan kewajiban yang timbul dari perbuatan hukum yang dilakukan oleh calon pendiri atau kuasanya.

 

  1. RUPS pertama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus diselenggarakan dalam jangka waktu paling lambat 60 (enam puluh) hari setelah Perseroan memperoleh status badan hukum.

 

  1. Keputusan RUPS sebagaimana dimaksud pada ayat (2) sah apabila RUPS dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili semua saham dengan hak suara dan keputusan disetujui dengan suara bulat.

 

  1. Dalam hal RUPS tidak diselenggarakan dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) atau RUPS tidak berhasil mengambil keputusan sebagaimana dimaksud pada ayat (3), setiap calon pendiri yang melakukan perbuatan hukum tersebut bertanggung jawab secara pribadi atas segala akibat yang timbul.

 

  1. Persetujuan RUPS sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak diperlukan apabila perbuatan hukum tersebut dilakukan atau disetujui secara tertulis oleh semua calon pendiri sebelum pendirian Perseroan.

Baca juga : Mau Jadi Perusahaan Besar, Harus Punya Badan Usaha

Di samping syarat yang telah dijelaskan di atas, mengingat PT dan CV merupakan 2 mahluk yang berbeda, maka sebenarnya, pada saat pemilik CV mendirikan PT baru, sejatinya CV tersebut masih ada dan hidup. CV tersebut baru dinyatakan bubar apabila dibubarkan oleh pemiliknya (melalui likuidasi dan pencabutan NPWP). Oleh karena itu, pengalihan hak dan kewajiban dalam perjanjian harus dilakukan oleh CV kepada PT dengan meminta persetujuan dari pihak lain dalam perjanjian tersebut.

Dengan demikian, jika Perjanjian antara perusahaan Anda dengan CV tersebut tetap sah dan mengikat PT yang baru (eks CV) dengan catatan persyaratan-persyaratan tersebut di atas dipenuhi.

Namun, jika PT yang baru tidak menerima perbuatan hukum para pendiri (yang notabene merupakan pemilik CV), maka Perjanjian atau kontrak bisnis tersebut tetap sah dan mengikat para pemilik CV secara pribadi.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda.

Sumber foto : johnnymlane.com

Bimo Prasetio, S.H. (@Bprasetio)
Bimo Prasetio, S.H. (@Bprasetio)
Bimo Prasetio adalah pendiri kantor hukum BP Lawyers (dahulu SMART Attorneys at Law). Dalam perjalanan karirnya, Bimo memiliki pengalaman menangani berbagai transaksi dan sengketa komersial, serta menangani perkara pidana. Di sela kesibukannya, Bimo dan para koleganya di SMART Consulting juga menggarap program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa advokasi kepada berbagai Usaha Kecil Menengah (UKM) dengan mengusung gerakan Legal4ukm.com. Kumpulan artikel : http://ukmsukses.com/author/bimoprasetio Twitter: @Bprasetio
http://legal4ukm.com

Leave a Reply


6 + 1 =