Beras Palsu? Mengancam Masyarakat dan Pemerintah

Beras-palsu UKMsuksescomUKMSukses.com – Fakta bahwa negeri ini merupakan importir beras memang miris sekali sebab dikatakan sebagai negara agraris. Karena itu, pemerintah dalam menggenjot kapasitas produksi beras nasional terus diupayakan untuk mewujudkan swasembada beras pada tahun 2017. Untuk merealisasikan target swasembada pangan tersebut pemerintahan Jokowi terus memfokuskan, terutama pada Kementerian Pertanian dalam melakukan akselerasi dengan cara perbaikan irigasi, distribusi bibit dan pupuk, alat dan sistem pertanian. Seperti yang termaktub dalam peraturan menteri pertanian No. 3 Tahun 2015 tentang Pedoman Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi, Jagung, dan Kedelai.

Tetapi di satu sisi ada temuan tentang peradaran beras palsu yaitu beras plastik, tentunya dapat meresahkan masyarakat terutama berimbas pada pedagang beras, baik itu di tingkat pengecer maupaun grosir penjual beras. Apalagi terhadap masyarakat Indonesia, dimana beras merupakan bahan pokok yang tentu saja masyarakat Indonesia mengkonsumsinya.

Terbentur masalah harga beras yang saat ini terus naik dan tidak menentu, membuat orang terkadang berfikir untuk membeli beras murah yang harganya disesuaikan dengan keuangan masing-masing pembeli. Dengan banyaknya beras murah ada segelintir orang yang memanfaatkan kondisi tersebut dengan modus, beras tersebut dicampur dengan beras asli.

Dengan adanya program untuk mewujudkan swasembada beras di tahun 2017 tersebut, seharusnya pemeritah tidak lalai dalam mengawasi peredaran beras di masyarakat terutama beras-beras impor yang beredar di pasar tradisional. Pemalsuan beras plastik ini merupakan ancaman yang perlu diperhatikan, sebab tidak hanya masyarakat yang terkena imbas dengan beras palsu tersebut sehingga menyebabkan penyakit.

Melainkan berimbas pula dipenjualan terutama pengusaha kecil dan menengah, sehingga masyarakat enggan membeli beras warung yang menyediakan beras eceran yang akhirnya dapat menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap pedagang eceran. Sebab itu, diperlukan tindakan dalam bentuk nyata yang serius, solutif dan tindak tegas oknum yang memanfaatkan modus tersebut, jika ingin mengupayakan swasembada pangan dapat berlanjut.  (ang)

Photo :portalsehat.net

Admin @ukmsuksescom
Admin @ukmsuksescom
Ditulis dan diposting oleh Admin UKMSukses.com

Leave a Reply


1 − 1 =