Bagaimana UMKM Naik Kelas (2)

pasarukm ukmsuksesBagaiamana UMKM bisa naik kelas? Pada kenyataannya, UMKM di Indonesia mengalami kesulitan untuk bisa terus naik ke jenjang usaha yang lebih tinggi. Berdasarkan pengamatan di lapangan, pelaku UMKM cenderung tidak memiliki visi dan perencanaan bisnis yang matang untuk berkembang di masa mendatang. Kondisi ini tidak boleh dibiarkan, harus ada usaha untuk mengubah sikap mental UMKM di Indonesia agar bisa berkembang dan beranjak naik kelas. Pelaku usaha UMKM harus bergerak dari zona nyamannya dan meraih  jenjang kelas yang lebih tinggi.

Adapun strategi hukum agar UMKM naik kelas adalah :

1. Pemilihan bentuk badan usaha (CV atau PT)
2. Legal Compliance (Kelengkapan Ijin Usaha)
3. Pemisahan fungsi yang jelas antara kepemilikan dan manajemen usaha.

Manfaat melek hukum dan legalitas yaitu adanya kepastian hukum dalam berbisnis, keamanan berbisnis, kenyamanan dalam bertransaksi, dan melipatgandakan keuntungan karena dapat melakukan peminjaman untuk penambahan modal ataupun ikut serta dalam proses tender.

Setelah melek hukum dan legalitas serta memahami karakteristik yang berbeda dalam hal permodalan, kepemilikan, tanggung jawab, dan perijinan, tahapan yang selanjutnya yang juga penting adalah melek akuntansi dan keuangan.

Masalah yang sering dilakukan pelaku UMKM yaitu mencampur-adukkan keuangan pribadi dengan keuangan usahanya, tidak memiliki catatan dan pembukuan yang jelas, dan tidak memiliki perencanaan penggunaan keuangan serta menyisihkan dana cadangan untuk keadaan tertentu dalam perjalanan usahanya. Selain itu, biasanya UMKM terlalu fokus pada produksi sehingga mengabaikan pentingnya kegiatan pembukuan dan pemasaran.

UMKM di Indonesia rata-rata dikelola secara tradisional, dimana hanya satu orang yang mengerjakan segalanya dan melupakan delegasi manajemen dan operasional. Ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam aspek akuntansi dan keuangan sebagai ukuran financial dalam manajemen pencatatan keuangan UMKM, yaitu laporan arus kas, laba-rugi, dan neraca keuangan.

Ada 7 tips akuntansi dan keuangan untuk UMKM naik kelas yaitu sebagai berikut :

1. Pisahkan uang pribadi dan usaha
2. Rencanakan penggunaan uang
3. Buat buku catatan keuangan
4. Hitung keuntungan dengan benar
5. Putar arus kas lebih cepat
6. Awasi dengan seksama harta, utang, dan modal
7. Sisihkan keuntungan untuk pengembangan usaha

Belum banyak UMKM yang mengetahui tips ini. Sosialisasi yang lebih luas kepada UMKM perlu dilakukan agar UMKM mendapatkan pembinaan yang merata mengenai aspek keuangannya. Adapun manfaat dari adanya akuntansi dan laporan keuangan adalah :

    • Penilaian kinerja usaha sebagai bahan valuasi dan proyeksi usaha di masa yang akan datang
    • Sebagai dasar pertimbangan pembelian bahan baku dan alat-alat produksi
    • Penentuan harga jual, banting harga, kenaikan harga, dan sebagainya
    • Untuk pengembangan usaha, menentukan keputusan dalam membuka cabang atau menutup cabang
    • Pertimbangan dalam menambah SDM, meningkatkan gaji karyawan, memberikan bonus, dan sebagainya
    • Penyusunan anggaran selanjutnya
    • Penambahan asset usaha dan alat untukpengajuan permohonan peminjaman atau penambahan modal ke lembaga keuangan
    • Sebagai track record bagi promosi usaha kepihak luar atau calon investor

Setelah aspek penting legalitas dan hukum, akuntansi dan keuangan, maka aspek penting berikutnya adalah melek pajak. Peraturan Pemerintah No 46 Tahun 2013 tentang pajak UMKM, yang terbit pada tanggal 12 Juni 2013. Berdasarkan ketentuan ini, UMKM wajib membayar pajak PPh final sebesar 1% dan dasar pengenaan pajaknya adalah peredaran bruto setiap bulan. UMKM tidak perlu membayar pajak lainnya seperti PPN dan tidak pula dibebani dengan kewajiban untuk memotong pajak orang lain seperti PPh pasal 23. Sejak 1 Januari 2014, konsep awal “Pajak untuk UMKM” lengkap sudah dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Keuangan No. 197/PMK.03/2013 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan No. 38/PMK.03/2010 tentang Batasan Pengusaha Kecil Pajak Pertambahan Nilai.

Selain aspek-aspek diatas, aspek Sumber Daya Manusia (SDM) juga memegang peranan penting dalam tumbuh kembangnya UMKM. Kenapa Starbucks bisa sukses dan mendunia? Karena mereka memiliki produk dan kualitas pelayanan yang terstandarisasi. Kopi Starbucks di AS akan sama rasanya dengan kopi yang ada di Jakarta dan cabang di seluruh dunia lainnya. Permasalahan SDM yang tidak kompeten merupakan persoalan klasik yang terjadi di UMKM terutama pada usaha pemula (start up). Hal ini disebabkan karena mereka biasanya tidak memiliki cukup dana untuk merekrut SDM yang kompeten. Strateginya adalah, pengembangan dan pelatihan SDM. Disamping itu, perlu adanya tata kelola dan pembagian kerja yang didesain agar SDM dapat menjalankan perannya dengan baik, sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Sumber : Buletin Kadin UKM Edisi 8-15 Agustus 2014

Foto : http://rahmahmuchtar82.files.wordpress.com

Jurnal Kadin UKM
Jurnal Kadin UKM
Jurnal KADIN UKM adalah buletin rutin yang diterbitkan oleh Pengurus KADIN Indonesia Bidang UMKM dan Koperasi. Bertujuan memberikan informasi dan pengetahuan kepada para UMKM dan Koperasi di Indonesia agar maju dalam perekonomian dan bisnis. Web : http://kadinindonesia.or.id. Kumpulan artikel : http://ukmsukses.com/author/kadinukm/ Follow : @kadinindonesia
http://kadinindonesia.or.id

Leave a Reply


2 + = 9